Loading

wait a moment

Ini Alasan kenapa Putri Anne dari Inggris Menolak Berjabat Tangan dengan Masyarakat Biasa

Ini Alasan kenapa Putri Anne dari Inggris Menolak Berjabat Tangan dengan Masyarakat Biasa

Putri Anne yang merupakan putri tertua dari Ratu Elizabeth II baru-baru ini menjadi sorotan dan dicibir banyak orang. Pasalnya, dia menolak melakukan jabat tangan saat banyak dari penggemarnya yang menjulurkan tangan kepadanya saat diadakannya Royal Walkabout atau istilah untuk aksi mendekatkan diri kepada masyarakat.

Terkait dengan hal tersebut, Anne mengatakan bahwa ada alasan khusus yang menurutnya dan banyak orang di Keluarga Kerajaan Inggris akan memakluminya, yaitu tidak ada sejarahnya Keluarga Kerajaan melakukan jabat tangan dengan rakyat jelata walaupun itu saat dilakukannya Royal Walkabout. Anne menegaskan bahwa dia hanya ingin menjaga tradisi tersebut tetap berlangsung selama mungkin.

“Dalam teorinya, Anda tidak dapat dengan seenaknya berjabat tangan dengan semua orang. Itu sudah menjadi tradisi kami (Keluarga Kerajaan Inggris) selama bertahun-tahun. Saya hanya ingin meneruskan tradisi itu saja,” jelas Anne.

“Menjadi sangat aneh ketika orang-orang itu merasa kecewa karena ada anggota Keluarga Kerajaan yang tidak mau berjabat tangan dalam suatu acara. Apa mungkin mereka tidak mengerti tradisi? Yang pasti, kita tidak pernah berjabat tangan.”

“Ketika itu sudah menjadi tradisi, maka Anda tidak dapat melanggarnya walaupun dikatakan hanya sebuah aksi kecil. Jadi jangan pernah memulainya. Saya tetap berpegang teguh dengan hal tersebut, bahkan saya tidak pernah melihat orang lain (orang dari Keluarga Kerajaan lain) yang melakukannya.”

“Ini bukan berarti saya mengatakan bahwa hal tersebut (tradisi) adalah buruk, tapi saya pikir ini adalah sebuah konsep yang cukup aneh kenapa harus berjabat tangan. Jadi ketika hal itu harus dilakukan, maka tradisi Royal Walkabout akan berubah makna menjadi acara berjabat tangan.”

Akan tetapi, apa yang dikatakan dan tetap dipertahankan oleh Anne bukanlah sesuatu yang salah. Dia merasa apa yang sangat perlu terus dilakukan oleh seorang yang menjadi bagian dari Keluarga Kerajaan Inggris. Bahkan apa yang dilakukan dan diyakini serta diteruskan tersebut juga ada dalam 14 etika wajib yang harus dilakukan oleh seorang Keluarga Kerajaan, seperti duduk dengan elegan, berpakaian yang layak, menutupi belahan dada untuk wanita, mengikuti protokol pemakaian mahkota sampai dengan masalah table manner.

Namun uniknya, jika Anne mengatakan bahwa hal tersebut adalah tradisi dan sudah dipertahankan selama bertahun-tahun, namun pada tahun 1970-an, Ratu Elizabeth termasuk juga Pangeran Charles dan Camilla, Duke dan Duchess of Cambridge serta Duke dan Duchess of Sussex pernah melakukan jabat tangan dengan banyak orang saat Royal Walkabout digelar. Tidak hanya itu saja, Pangeran William dan Kate Middleton juga pernah melakukannya.

Bahkan pada bulan Juli 2018 lalu, Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle melakukan jabat tangan dengan banyak orang yang akhirnya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke tempat yang mereka tuju, yaitu Trinity College di Dublin, Irlandia.

Tidak hanya itu saja, orang-orang di luar kerajaan pun juga ada yang dengan sengaja atau tidak sengaja mencoba menabrak aturan-aturan baku tersebut, seperti yang pernah dilakukan oleh Michelle Obama pada tahun 2009 lalu yang langsung memeluk Ratu Elizabeth atau juga saat pebasket terkenal NBA, LeBron James yang memegang lengan Kate Middleton saat Cleveland Cavaliers menang atas Brooklyn Nets dan putri kerajaan tersebut tengah menontonnya di tahun 2014 kemarin. Belum diketahui apakah ada sanksi atau hukuman bagi mereka yang melanggar peraturan mengenai etika dan tradisi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *