Loading

wait a moment

Stok Pangan Habis, Tentara Korea Utara Jarah Warga

Stok Pangan Habis, Tentara Korea Utara Jarah Warga

Perang berkepanjangan memang sering kali menyebabkan banyak kerugian baik moral maupun material. Hal inilah yang dialami oleh banyak tentara Korea Utara yang selalu menjaga daerah ibukotanya Pyongyang. Demi bertahan hidup dari serangan lapar, pejabat militer Korea Utara memerintahkan banyak tentara untuk menjarah makananan dari warga sekitar. Dilansir dari Fox News, para prajurit tersebut masuk ke rumah-rumah warga guna melakukan penggledahan terhadap persediaan makanan yang ada.

Mereka melakukan hal tersebut untuk menambah jumlah pasokan pangan militer. Menurut pengakuan warga, tentara-tentara tersebut memang mengambil banyak persediaan makanan sebagai bentuk pencegahan terhadap kasus kelaparan berkepanjangan jika Amerika Serikat menyerang. Perlu diketahui bahwa kedua negara ini memang sedang bersitegang akibat perbedaan paham dari masing-masing pemimpin. Berikut adalah informasi mengenai penjarahan makanan warga yang dilakukan oleh militer Korea Utara.

Bertepat di provinsi Hamyong Utara, para tentara Korea Utara menjarah seluruh persediaan makanan yang dimiliki oleh warga. Hal tersebut berhasil terkuak setelah adanya foto para terntara yang tengah berada di ladang jagung untuk mengambil hasil panen. Foto tersebut sontak menjadi viral dan menjadi bahan perbincangan di berbagai negara. Diunggah pada 2 Januari 2018 oleh akun Twitter Daily-NK, gambar tersebut langsung menjadi pembahasan banyak orang.

Seperti yang sudah diketahui sepanjang tahun 2017 lalu Korea Utara tengah dilanda krisis panen yang tidak berkesudahan. Hal tersebut terjadi karena rezim militer yang tidak berperikemanusiaan. Dalam pemerintahannya, Kim Jong Un membuat sebuah kebijakan yang sangat menyengsarakan warganya. Bagaimana tidak? Warga diharuskan untuk memberikan hasil panennya kepada markas militer di wilayah masing-masing dalam jumlah yang telah ditentukan. Pejabat pemerintahan tidak peduli jika Pyongyang tengah dilanda gagal panen karena hal yang paling penting adalah pasokan makanan militer terpenuhi.

Korea Utara akan berikan hukuman jika jumlah pangan tidak capai sesuai batas kebutuhan

Jika jumlah yang ada kurang dari batas ketentuan, maka akan ada sebuah hukuman yang mengharuskan seluruh warga untuk berkerja lebih keras demi memenuhi kuota pangan militer. Sontak hal tersebut mengakibatkan banyak warga jatuh sakit karena kerja keras yang harus dijalani. Hal ini tentunya sangat merugikan warga karena satu-satunya sumber pangan mereka dirampas oleh pihak pemerintah.Biasanya warga akan memberikan sumbangan pangan dalam bentuk kentang beku yang sudah diolah.Krisis pangan yang dialami oleh pihak militer dan juga warga seringkali menyebabkan bentrok yang tidak dapat dihindarkan.

Banyak negara lain yang mengecam aksi pejabat militer Korea Utara yang seharusnya berperan sebagai pelindung warga sipil. Namun banyak negara lain yang tengah berhati-hati ketika berurusan dengan negara ini mengingat program rudal jarak jauh yang diciptakan telah berhasil dan sukses diuji coba. Tentunya hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan kondisi warga yang sangat menderita akibat banyaknya kebijakan pemerintah yang merugikan. Biaya yang dihabiskan dalam pembuatan senjata bisa menjadi bumerang tersendiri bagi Kim Jong Un mengingat para warga dan tentaranya dalam keadaan krisis pangan sehingga tidak siap tempur.

Itulah tadi informasi seputar krisis pangan militer yang tengah dilanda Korea Utara. Kebijakan semena-mena yang diterapkan selama masa pemerintahan Kim Jong Un memang membuat banyak rakyatnya menderita. Namun ketidakberdayaan dari banyak warga di sana hanya bisa menjadikan mereka pasrah akan dampak dari kebijakan yang diambil. Jika anda masih merasa penasaran dengan banyak informasi yang ada, maka anda dapat mencarinya melalui sebuah akses jaringan internet. Dengan demikian anda dapat mengikuti peristiwa-peristiwa terkini yang tengah terjadi di mancanegara.

2 thoughts on “Stok Pangan Habis, Tentara Korea Utara Jarah Warga

  1. gatau lagi dah kalo berita ini emang beneran terjadi. terkadang binggung dengan korea utara dan korea selatan kok bisa berbeda keyakinan 100%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *